otto-hasibuan-soal-pasal-penghinaan-presiden-di-ruu-kuhp:-jangan-sampai-disalahgunakan!

Otto Hasibuan Soal Pasal Penghinaan Presiden di RUU KUHP: Jangan Sampai Disalahgunakan!

Posted on

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan menilai soal dimasukkan pasal penghinaan presiden di RUU KUHP yang telah masuk prolegnas 2021.

Menurutnya, presiden memang tidak boleh dihina.

Namun, Otto memberikan catatan lanjut

“Tapi jangan sampai UU itu disalahgunakan dan berpotensi disalahgunakan oleh penegak hukum untuk bisa mendiskreditkan lawan-lawan politik,” kata Otto  dalam Pengumuman dan Penyerahan Hadiah Pemenang Sayembara Desain Toga Advokat dan Peluncuran Logo Perhimpunan Advokat Indonesia di Balai Sidang JCC, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/2021) malam.

Baca juga: ICJR Nilai Pasal Penghinaan kepada Presiden Sangat Berbahaya, Ada Ketidakpastian Hukum

Pengaturan itu menurutnya jangan sampai  menjadi lentur lagi  sehingga dianggap menjadi ancaman buat masyarakat.

“Karena bagaimana pun harus ada balance di antara rakyat dan pemerintah, pemerintah juga berhak dilindungi rakyat juga berhak dilindungi,” katanya.

Dirinya mengambil contoh bagaimana RUU KUHP tak menjadi seperti UU ITE.

“Betul, jangan sampai seperti itu (UU ITE) jadi semakin banyak UU, belum tentu semakin baik, karena semakin banyak UU mengatur semakin banyak kebebasan yang diambil,” pungkasnya.

Baca juga: Ada Pasal Penghinaan Presiden, Kontras: Hari Ini Kita Kembali ke Era Orde Baru

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengungkap alasan dimasukkannya pasal penghinaan presiden di RUU KUHP adalah agar masyarakat tak menjadi liberal. 

Menurut Yasonna, pasal semacam itu sudah lumrah diterapkan di beberapa negara, seperti Thailand dan Jepang. 

Penulis: Reza Deni

Editor: Theresia Felisiani